Tentang Moestopo
SEJARAH SINGKAT
Pada saat itu Pak Moestopo masih
berpangkat Kolonel, menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang, Rumah Sakit
Angkatan Darat (sekarang RSPAD Gatot Subroto). Disela-sela kesibukannya, Pak
Moes mengabdikan diri pada dunia pendidikan, dengan mengelola ‘Kursus Kesehatan
Gigi dr. Moestopo’, di rumah beliau di jalan Merak 8, Jakarta. Kursus ini
berlangsung selama 2 jam, sejak pukul 15.00 sampai 17.00 dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan tukang gigi di seluruh Indonesia yang
jumlahnya hampir 2.000 orang, agar dapat memenuhi kriteria minimal Ilmu
Kedokteran Gigi dalam hal hygiene, gizi, dan anatomi sederhana, sesuai dengan
himbauan Menteri Kesehatan dalam Konggres PDGI II tahun 1952.
Pada tahun 1961 Pak Moes
memperoleh gelar Guru Besar/Profesor dari Universitas Indonesia, dan dilantik
oleh Prof. Ouw Eng Liang.
Sesuai dengan Pola Pendidikan
Nasional, dimana Perguruan Tinggi Swasta harus meningkatkan mutu, peranan, dan
tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pendidikan nasional tanpa harus
kehilangan ciri-ciri khas Perguruan Tinggi Swasta itu sendiri, maka Perguruan
Tinggi Swasta Dental College dr. Moestopo akhirnya ditingkatkan lagi statusnya
menjadi ‘Fakultas Kedokteran Gigi Prof.Dr.Moestopo’ pada tahun 1961. Fakultas
inilah yang merupakan embrio Universitas Prof.Dr.Moestopo, yang didirikan
secara resmi pada tanggal 15 Pebruari 1961.
Sejalan dengan perkembangan di
bidang pendidikan, pada tahun 1962 Pak Moestopo bersama ibu R.A. Soepartin
Moestopo mendirikan Yayasan Universitas Prof.Dr.Moestopo berdasarkan akte
Notaris R.Kadiman No. 62. Untuk mendirikan Yayasan ini, Pak Moes selaku pendiri
dan ketua Yayasan yang pertama, menggunakan tanah pribadi dan bangunannya di
jalan Hang Lekir I no. 8,Jakarta dan sebuah mobil Opel Capitan tahun 1962
Nopol. B 311, sebagai salah satu modal pertama. Di dalam perjalanannya, Akte
Notaris ini telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir dengan Akte
Notaris Zainal Arifin SH, No. 3/ KGS, tanggal 8 April 1996. Yayasan UPDM
sebagai suatu badan sosial bertujuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada
Pemerintah RI melalui pendidikan, kesehatan, agama, riset ilmiah, bimbingan dan
penyuluhan mental.
Dalam perkembangannya, Universitas
Prof.Dr.Moestopo pernah memiliki 6 fakultas, yaitu: Kedokteran Gigi,
Kedokteran, Sosial Politik jurusan Administrasi Negara, Ekonomi jurusan Ekonomi
Perusahaan, Pertanian dan Publisistik. Namun Fakultas Pertanian tidak dapat
diselenggarakan karena tidak ada peminat. Demikian pula pada tahun 1971
Fakultas Kedokteran, karena tidak memiliki Teaching Hospital, terpaksa ditutup.
Pada tahun 1980, Fakultas Publisistik berganti nama menjadi Fakultas
Komunikasi.
Dewasa ini Yayasan Universitas
Prof.Dr.Moestopo mengelola 4 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana.
Pak Moestopo wafat pada tanggal
29 September 1986, namun perjuangan Ys UPDM sebagai wadah pengabdian keluarga
Pak Moes kepada Negara dan bangsa harus tetap berlangsung. Untuk itu telah
diwasiatkan kepada keluarga yang ditinggalkan dan keluarga besar Ys UPDM, bahwa
yang menggantikan beliau sebagai Ketua adalah putra sulungnya, yaitu
drg.J.M.Joesoef Moestopo.
Dibidang sarana dan prasarana,
sejak tahun 1976 berturut-turut dibangun gedung Berdikari, gedung Merah Putih,
gedung Gotong Royong, gedung Harapan, dan gedung Perdamaian, lengkap dengan
peralatan dan penyempurnaannya di Jl. Hang Lekir I/8, Jakarta Pusat. Terakhir
dibangun Kampus Bintaro III di Jl. Bintaro Permai no 3, Jakarta Selatan, yang
diberi nama ‘Graha R.A. Soepartien Moestopo’. Pembangunan Kampus UPDM (B) akan
berlanjut seiring dengan gerak napas perjuangan Kampus Merah Putih.
VISI DAN MISI
Visi
Visi Universitas 2007 – 2017
adalah “Terwujudnya Universitas Prof. dr. Moestopo (Beragama) yang unggul
berdaya saing dan bercitra positif serta berwawasan kebangsaan di bidang
ilmunya”.
Misi
1) Menetapkan keunggulan, daya
saing, dan citra positif sebagai nilai dasar dalam pelaksanaan pendidikan,
penelitian dan pengabdian masyarakat.
2) Menetapkan kebangsaan sebagai
landasan utama perjuangan civitas akademika menuju wawasan global/regional.
3) Dalam melaksanakan
pembelajaran (learning proses) melalui 4 (empat) pilar yaitu belajar untuk
mengetahui, untuk melakukan, untuk menjadi dan untuk bekerjasama, diarahkan
kepada tercapainya daya saing dan citra positif.
4) Menciptakan iklim belajar yang
kondusif yang mendukung dan sejalan dengan terselenggaranya prinsip keunggulan,
daya saing dan citra positif.
Visi dan sebagaimana tersebut
dalam ayat (2) dan (3) diharapkan dapat tercapai:
1) Universitas sebagai perguruan
tinggi yang unggul berdaya saing, dan dikenal baik (bercitra positif) dibidang
ilmunya, serta dapat dujadikan sebagai rujukan, pilihan.
2) Kualitas lulusan yang
dihasilkan UPDM (B) mempunyai kompetensi yang unggul berdaya saing dibidang
ilmunya dan bercitra positif serta berwawasan kebangsaan yaitu sumber daya
manusia yang cerdas spiritual, emosi, raga dan intelektual.
3) Keunggulan, daya saing dan
citra positif sebagai nilai budaya kerja/sistem kerja dilingkungan UPDM (B).
1. Tugas Pokok, Fungsi dan Tujuan
Universitas:
Berdasarkan Statuta 2007
(2007:11) pasal 6, tugas pokok:
a. Universitas ikut membina,
mengembangkan dan melaksanakan kerukunan hidup antar umat beragama.
b. Tugas poko Universitas
menyelenggarkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarkat, dalam
sejumlah disiplin ilmu, teknologi dan seni. Dalam menjalankan pendidikan
akademik, profesi dan atau vokasi dalam sejumlah disiplin ilmu tehnologi dan
seni.
2. Universitas Menjalankan
Fungsi:
a. Menyiapkan mahasiswa menjadi
warga Negara yang beriman dan berakhlak, memiliki kemampuan akademik dan
intelektual dalam bidang ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni, memiliki jiwa
kewirausahaan serta mampu mengembangkan potensi dirinya bagi kehidupan pribadi,
masyarakat, bangsa dan umat manusia.
b. Mengembangkan,
menyebarluaskan, dan menerapkan ilmu pengetahuan, tehnologi, dan seni untuk
meningkatkan taraf hidup masyarakat, daya saing bangsa, serta memperkaya
budaya.
c. Mendorong modernisasi
masyarkat, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.
3. Tujuan Universitas adalah
mewujudkan:
a. Pengembangan potensi mahasiswa
agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b. Pembentukan manusia yang
berkualitas secara intelektual, spiritual dan emosional, menguasai ilmu
pengetahuan, tehnologi, dan seni, berlandaskan pada semangat nasionalisme,
etika moral, sistem nilai, dan budaya bangsa, yang mendukung peningkatan harkat
dan martabatserta daya saing bangsa.
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
Well, pasti deh ya semua orang yang baca atau liat atau denger tentang nama lengkap Universitas dimana gue menimba ilmu dan memanjat tangga ini, ada satu kata yang denger-genic, terlihat-genic, atau terbaca-genic yaa pokoknya membuat orang orang bahkan tetangga tetangga berbisik bisik (Elvy Sukaesih) ada apa dengan :
BERAGAMA
Jadi gini loh, pada saat tragedi G30SPKI (itu loh adanya paham komunis yang masuk ke Indonesia, gatau? googling deh..) Yayasan Universitas Moestopo itu dicurigai sebagai wadah untuk menyebarkan komunisme di kalangan muda-mudi pada saat itu.Nah maka dari itu, dgn saat brilian ciamik nan kreatif Pak Moestopo tercinta menambah kata (Beragama) agar tempat dimana para muda mudi LeO LeO heeyy menimba ilmu pada saat itu tidak dicurigai sebagaimana rumor yang beredar.
Selebihnya tentang Moestopo yang harus kalian tau sih sebenernya standar kampus lah.. Yang baik ada, yang buruk juga ada.. Hidup harus seimbang, right?
xoxo,
RA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar