Selasa, 18 Juni 2013

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Tentang Moestopo 

(please, ini harus formal dan pake banget)


SEJARAH SINGKAT

 (lumayan padat)

Pada saat itu Pak Moestopo masih berpangkat Kolonel, menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang, Rumah Sakit Angkatan Darat (sekarang RSPAD Gatot Subroto). Disela-sela kesibukannya, Pak Moes mengabdikan diri pada dunia pendidikan, dengan mengelola ‘Kursus Kesehatan Gigi dr. Moestopo’, di rumah beliau di jalan Merak 8, Jakarta. Kursus ini berlangsung selama 2 jam, sejak pukul 15.00 sampai 17.00 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tukang gigi di seluruh Indonesia yang jumlahnya hampir 2.000 orang, agar dapat memenuhi kriteria minimal Ilmu Kedokteran Gigi dalam hal hygiene, gizi, dan anatomi sederhana, sesuai dengan himbauan Menteri Kesehatan dalam Konggres PDGI II tahun 1952.
Pada tahun 1961 Pak Moes memperoleh gelar Guru Besar/Profesor dari Universitas Indonesia, dan dilantik oleh Prof. Ouw Eng Liang.
Sesuai dengan Pola Pendidikan Nasional, dimana Perguruan Tinggi Swasta harus meningkatkan mutu, peranan, dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pendidikan nasional tanpa harus kehilangan ciri-ciri khas Perguruan Tinggi Swasta itu sendiri, maka Perguruan Tinggi Swasta Dental College dr. Moestopo akhirnya ditingkatkan lagi statusnya menjadi ‘Fakultas Kedokteran Gigi Prof.Dr.Moestopo’ pada tahun 1961. Fakultas inilah yang merupakan embrio Universitas Prof.Dr.Moestopo, yang didirikan secara resmi pada tanggal 15 Pebruari 1961.
Sejalan dengan perkembangan di bidang pendidikan, pada tahun 1962 Pak Moestopo bersama ibu R.A. Soepartin Moestopo mendirikan Yayasan Universitas Prof.Dr.Moestopo berdasarkan akte Notaris R.Kadiman No. 62. Untuk mendirikan Yayasan ini, Pak Moes selaku pendiri dan ketua Yayasan yang pertama, menggunakan tanah pribadi dan bangunannya di jalan Hang Lekir I no. 8,Jakarta dan sebuah mobil Opel Capitan tahun 1962 Nopol. B 311, sebagai salah satu modal pertama. Di dalam perjalanannya, Akte Notaris ini telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir dengan Akte Notaris Zainal Arifin SH, No. 3/ KGS, tanggal 8 April 1996. Yayasan UPDM sebagai suatu badan sosial bertujuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Pemerintah RI melalui pendidikan, kesehatan, agama, riset ilmiah, bimbingan dan penyuluhan mental.
Dalam perkembangannya, Universitas Prof.Dr.Moestopo pernah memiliki 6 fakultas, yaitu: Kedokteran Gigi, Kedokteran, Sosial Politik jurusan Administrasi Negara, Ekonomi jurusan Ekonomi Perusahaan, Pertanian dan Publisistik. Namun Fakultas Pertanian tidak dapat diselenggarakan karena tidak ada peminat. Demikian pula pada tahun 1971 Fakultas Kedokteran, karena tidak memiliki Teaching Hospital, terpaksa ditutup. Pada tahun 1980, Fakultas Publisistik berganti nama menjadi Fakultas Komunikasi.
Dewasa ini Yayasan Universitas Prof.Dr.Moestopo mengelola 4 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana.
Pak Moestopo wafat pada tanggal 29 September 1986, namun perjuangan Ys UPDM sebagai wadah pengabdian keluarga Pak Moes kepada Negara dan bangsa harus tetap berlangsung. Untuk itu telah diwasiatkan kepada keluarga yang ditinggalkan dan keluarga besar Ys UPDM, bahwa yang menggantikan beliau sebagai Ketua adalah putra sulungnya, yaitu drg.J.M.Joesoef Moestopo.
Dibidang sarana dan prasarana, sejak tahun 1976 berturut-turut dibangun gedung Berdikari, gedung Merah Putih, gedung Gotong Royong, gedung Harapan, dan gedung Perdamaian, lengkap dengan peralatan dan penyempurnaannya di Jl. Hang Lekir I/8, Jakarta Pusat. Terakhir dibangun Kampus Bintaro III di Jl. Bintaro Permai no 3, Jakarta Selatan, yang diberi nama ‘Graha R.A. Soepartien Moestopo’. Pembangunan Kampus UPDM (B) akan berlanjut seiring dengan gerak napas perjuangan Kampus Merah Putih.
VISI DAN MISI
Visi
Visi Universitas 2007 – 2017 adalah “Terwujudnya Universitas Prof. dr. Moestopo (Beragama) yang unggul berdaya saing dan bercitra positif serta berwawasan kebangsaan di bidang ilmunya”.
Misi
1) Menetapkan keunggulan, daya saing, dan citra positif sebagai nilai dasar dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
2) Menetapkan kebangsaan sebagai landasan utama perjuangan civitas akademika menuju wawasan global/regional.
3) Dalam melaksanakan pembelajaran (learning proses) melalui 4 (empat) pilar yaitu belajar untuk mengetahui, untuk melakukan, untuk menjadi dan untuk bekerjasama, diarahkan kepada tercapainya daya saing dan citra positif.
4) Menciptakan iklim belajar yang kondusif yang mendukung dan sejalan dengan terselenggaranya prinsip keunggulan, daya saing dan citra positif.
Visi dan sebagaimana tersebut dalam ayat (2) dan (3) diharapkan dapat tercapai:
1) Universitas sebagai perguruan tinggi yang unggul berdaya saing, dan dikenal baik (bercitra positif) dibidang ilmunya, serta dapat dujadikan sebagai rujukan, pilihan.
2) Kualitas lulusan yang dihasilkan UPDM (B) mempunyai kompetensi yang unggul berdaya saing dibidang ilmunya dan bercitra positif serta berwawasan kebangsaan yaitu sumber daya manusia yang cerdas spiritual, emosi, raga dan intelektual.
3) Keunggulan, daya saing dan citra positif sebagai nilai budaya kerja/sistem kerja dilingkungan UPDM (B).
1. Tugas Pokok, Fungsi dan Tujuan Universitas:
Berdasarkan Statuta 2007 (2007:11) pasal 6, tugas pokok:
a. Universitas ikut membina, mengembangkan dan melaksanakan kerukunan hidup antar umat beragama.
b. Tugas poko Universitas menyelenggarkan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarkat, dalam sejumlah disiplin ilmu, teknologi dan seni. Dalam menjalankan pendidikan akademik, profesi dan atau vokasi dalam sejumlah disiplin ilmu tehnologi dan seni.
2. Universitas Menjalankan Fungsi:
a. Menyiapkan mahasiswa menjadi warga Negara yang beriman dan berakhlak, memiliki kemampuan akademik dan intelektual dalam bidang ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni, memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu mengembangkan potensi dirinya bagi kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan umat manusia.
b. Mengembangkan, menyebarluaskan, dan menerapkan ilmu pengetahuan, tehnologi, dan seni untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, daya saing bangsa, serta memperkaya budaya.
c. Mendorong modernisasi masyarkat, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni.
3. Tujuan Universitas adalah mewujudkan:
a. Pengembangan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
b. Pembentukan manusia yang berkualitas secara intelektual, spiritual dan emosional, menguasai ilmu pengetahuan, tehnologi, dan seni, berlandaskan pada semangat nasionalisme, etika moral, sistem nilai, dan budaya bangsa, yang mendukung peningkatan harkat dan martabatserta daya saing bangsa.
 
 

UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)

(yang males baca, baca entri dibawah ini aja)

Well, pasti deh ya semua orang yang baca atau liat atau denger tentang nama lengkap Universitas dimana gue menimba ilmu dan memanjat tangga ini, ada satu kata yang denger-genic, terlihat-genic, atau terbaca-genic yaa pokoknya membuat orang orang bahkan tetangga tetangga berbisik bisik (Elvy Sukaesih) ada apa dengan :

BERAGAMA

Jadi gini loh, pada saat tragedi G30SPKI (itu loh adanya paham komunis yang masuk ke Indonesia, gatau? googling deh..) Yayasan Universitas Moestopo itu dicurigai sebagai wadah untuk menyebarkan komunisme di kalangan muda-mudi pada saat itu.
Nah maka dari itu, dgn saat brilian ciamik nan kreatif Pak Moestopo tercinta menambah kata (Beragama) agar tempat dimana para muda mudi LeO LeO heeyy menimba ilmu pada saat itu tidak dicurigai sebagaimana rumor yang  beredar.

Selebihnya tentang Moestopo yang harus kalian tau sih sebenernya standar kampus lah.. Yang baik ada, yang buruk juga ada.. Hidup harus seimbang, right?

xoxo,

RA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar